• Selasa, 5 Juli 2022

Komnas PA Yakin Betul Hakim Marthin Ginting di PN Surabaya Menolak Praperadilan JE

- Selasa, 18 Januari 2022 | 18:13 WIB
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnss Perlindungan Anak memberikan keterangan pers di PN SUrabaya Selasa (18/01/2022) (Jabodetabek.Id)
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnss Perlindungan Anak memberikan keterangan pers di PN SUrabaya Selasa (18/01/2022) (Jabodetabek.Id)

Jabodetabek.Id - Setelah mendengar empat  saksi yang meringankan tersangkah JE (49) pelaku kekerasan seksual terhadap muridnya di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Komnas Perlindungan Anak menyimpulkan bahwa gugatan Praperadilan JE terhadap Polda Jawa Timur pastas dan patut Praperadilan JE untuk ditolak.

Justru  keterangan saksi yang dihadirkan penasehat hukum melemahkan  dalil yang disampaikan JE sebagai tersangkah. Keterangan para saksi banyak yang mengandung intepretasi atau penafsiran..ada banyak keterangan para saksi ketika di konfirmasi mengatakan lupa dan tidak tahu..namun dapat menjelaskan secara kronologi, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan anak kepada sejumlah media di PN Surabaya Selasa (18/01/2022).

Dari keterangan para  saksi saya berkeyakinan bahwa Gugatan Praperadilan tersangkah JE akan ditolak Hakim Tunggal Marthin Giniting di PN Surabaya,  dengan demikian JE segera ditangkap dan ditahan dan dikurung di Polda Jatim...JE tak pantas lagi ditunda penahanannya, desak Arist.

Demi kepentingan hukum korban,  Komnas Perlindungan anak meminta Polda Jatim melengkapi berkas perkara (P19) yang diminta untuk dilengkapi Polda Jatim kepada  Kejati Jawa Timur, pinta Arist.

Mengingat bahwa kasus kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan seksual luar biasa dan telah menjadi perdebatan hukum bahwa predator dan monster anak dapat dihukum mati setelah Kejati Jawa Barat menuntut Herry Irawan guru disalah satu Ponpes di Bandung Jawa Barat dengan hukuman mati , dan penyitaan seluruh harta pelaku serta pemberian hak restritusi kepada korban.

Mengingat keterangan saksi fakta yang dihadirkan JE tidak relefan dan tidak mengandung fakta yang sesungguhnya dengan mengkontruksi seolaholah korban adalah mempunyai prilaku tak baik, maka sudah selayaknya gugatan Praperadilan JE ditolak, desak Arist.

Sidang gugatan praperadilan dilanjutkan Rabu 19/01 untuk mendengarkan 2 saksi fakta dan dua saksi ahli.

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X