• Sabtu, 13 Agustus 2022

Uji Independensi PN Surabaya Atas Praperadilan Ulang Kasu Kekerasan Seksual Terhadap Anak

- Minggu, 6 Februari 2022 | 07:56 WIB
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak memberi keterangan Pers di PN Surabaya.. (Jabodetabek.id)
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak memberi keterangan Pers di PN Surabaya.. (Jabodetabek.id)

Jabodetabek.id - Setelah publik Indonesia dikejutkan dengan peristiwa tertangkap tangannya (OTT) seorang hakim dan seorang panitera bersama seorang pengacara atas kasus penyuapan, pengajuan praperadilan ulang terhadap Kapolda Jawa Timur juga mendapat perhatian piblik khususnya masyarakat Jawa Timur.

Penetapan tersangka sebagai pelaku kejahatan seksual yang dilakukan Julianto Ekaputra pemilik sekaligus pengelola Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu Malang Jawa Timur memasuki babak baru dalam menguji indepedensi PN Surabaya dalam menangani perkara hukum

Julianto alias Ko Jul yang sudah sekian la ditanggukan penahannannyaoleh Polda Jatim kimi mempraperadikan Kapolda Jatim untuk yang kedua kalinya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya setelah praperadilan yang berlangsung minggu lalu diputuskan oleh hakim tunggal Martin Ginting hakim di PN Suranaya tidak bisa diterima atau ditolak dengan N.O Selasa 25/01 Julianto melalui penasehat hukumnya menhgajukan kembali praperadilan untuk yang kedua kalinya dengan alasan putusan praperadikan yang petama kurang bukti dan kurang pihak yakni tidak melibatkan Kejati Timur sebagai penuntut umum.

Atas dasar itulah Julianto mengajukan praperadilan yang kedua kalinya padahal menurut keterangan saksi ahli pidana dari kedua belah pihak termohom dan pemohon maupun ketentuan KUHAP maupun ketentuan hukum lainnya bahwa keputusan praperadilan tidak dapat dibanding atau ditinjau kembali dalam opjek dan perkara yang sama.

Disinilah diuji indepensi lembaga peradilan ini dalam menangani praperadilan ulang atas perkara kajahatan seksual yang merupakan kejahatan luar biasa dan leg specialist.

Tidaklah berlebihan jika Kommas Perlindungan Anak meminta PN Surabaya MENOLAK dan tidak MENERIMA gugatan Praperadilan Julianto Ekaputra tersangkah pelaku kejahatan seksual terhadap Kapolda Jawa Timur.

 

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Buru KKB Papua Pembunuh Pendeta dan 9 Warga

Minggu, 17 Juli 2022 | 18:44 WIB
X