• Selasa, 5 Juli 2022

Unjuk Rasa Pemblokiran Jalan di Parimo yang Akibatkan Tewasnya Aldi Direspon Komisi III DPR

- Jumat, 18 Februari 2022 | 07:13 WIB
Komisi III DPR RI dengan turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) (Jabodetabek.id)
Komisi III DPR RI dengan turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) (Jabodetabek.id)

Jabodetabek.id - Unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan di desa Sinei Kec. Tinombo Selatan Kab. Parigi Moutong (Parimo) yang mengakibatkan tewasnya saudara Aldi (21) direspon Komisi III DPR RI dengan turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebanyak 9 wakil rakyat dari Komisi III DPR RI dipimpin oleh Pangeran Khairul didampingi Dirreskrimum dan Dirintelkam Polda Sulteng berkesempatan terlebih dahulu bertatap muka dengan warga di Gedung Pertemuan pantai Mosing Desa Sinei Kec Tinombo Selatan, Kab. Parimo, Kamis (17/2/2022)

Rapat Kerja Spesifik Komisi III DPR RI itu untuk mendengarkan informasi dan mengumpulkan data langsung dari ratusan warga masyarakat dari 3 Kecamatan di Parigi Moutong yaitu Kasimbar, Toribulu dan Tinombo Selatan.

Rapat kerja spesifik ini dikhususkan pada penjaringan aspirasi masyarakat menyangkut dalam kasus demo warga menolak tambang PT. Trio Kencana yang mengakibatkan korban jiwa, 

Sebagaimana dijelaskan Kepala Desa Kasimbar Selatan Moh.Ikbal, dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa dialah yang menyampaikan kepada warga melalui mimbar masjid pada saat hari Jumat, bahwa bapak Gubernur akan hadir di desa kita pada hari sabtu (12/2), sehingga warga sangat antusias menyambut Gubernur 

“Untuk menyambut Gubernur, ayo kita bersama-sama menyambut gubernur tepatnya di desa sinei di tugu katulistiwa ternyata pak Gubernur tidak datang" ungkap ikbal.

Ada juga warga masyarakat yang memberikan masukkan kepada Komisi III DPR RI, bahwa masuknya perusahaan di wilayahnya kurang disosialisasikan, kedua warga sangat khawatir dengan kondisi persawahannya.

Selain itu ada juga warga yang menyoroti pelaksanaan unjuk rasa dilakukan dengan cara penutupan jalan dia sangat tidak setuju, karena itu mengganggu kepentingan orang lain terlebih tidak memberikan akses orang lain untuk lewat.

Upaya Kapolres Parigi Moutong untuk negosiasi tidak pernah diindahkan. Apabila masyrakat yang akan lewat diberikan akses dengan dibukanya blokir jalan, maka dipastikan tidak akan ada kericuhan.

Halaman:

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X