• Senin, 4 Juli 2022

Tanggapan Komnas PA Terkait Pernyataan Julianto Pemilik SPI yang Tendensius dan Menyesatkan

- Rabu, 22 Juni 2022 | 16:54 WIB
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak besama Andi Nooya dalam acara Kick & Andi (Jabodetabek.Id)
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak besama Andi Nooya dalam acara Kick & Andi (Jabodetabek.Id)

Jabodetabek.Id - Pernyataan Pengacara Julianto Ekaputra  terdakwa kasus kejahatan seksual  yang sedang disidangkan di PN Malang yang mengatakan bahwa kasus Julianto Ekaputra si Pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu Malang merupakan pernyataan tendensius dan menyesatkan publik, sementara Jaksa Penuntut Imum (JPU) saja belum menuyusun tintutannya dan perkaranya sedang diperiksa Majelis hakim PN Malang..

“Saya percaya bahwa majelis hakim yang memeriksa perkara ini fan demi kepentingan yrrbaik anak tidak akan terpengaruh atas pernyataan   pengacaranya Julianto yang menyatalan bahwa kasus Julianto Ekaputra direkayasa dan ada dalang dan ada pula yang membiayainya", demikian disampaikan Atist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan anak keterangan persnya menanggapi pernyataan  Julianto melalui pengacaranya di Jakarta Rabu 22/06.

Pernyataan itu berlebihan, dan tendensius karena faktanya Julianto Ekaputra sudah menjadi terdakwa.

Perlu diingat bahwa kita semua  punya anak,  punya anak remaja dan cucu...jangan peristwa kejahatan seksual dan merendahkan. marbat anak ini kita biarkan,  dan membebaskam predator seksual terhadap anak kita..

Untuk menutupi kasus Kejahatan seksual  yang dilakukan  Julianto Ekaputra, sejak dari pemeriksaan Polisi hingga Praperadilan atas tersangkahnya Julianto sebagai pelaku kejahatan seksual  mengatakan bahwa  pelapor dikontruksi sebagai perempuan nakal dan perempuan tak tau diri dan tak tahu diuntung".

Kemudian, karena  Julianto tak sanggup lagi menyangkal apa yang sesungguhnya terjadi dan dia lakukan memudian untuk  berusaha bebas dari hukuman,  pada gilirannya setelah sidang yang ke 16  Juloanto Ekaputra mengkontruksi lagi bahwa peristiwa kejahatan seksual yang dikakukan ini  ada yang mendalangi  membiayai dan yang mendanai.

"Saya minta Julianto dapat membukti siapa yang menjadi dalang atas kasus ini, kita tunggu sidang berikutnya dengan pembacan tuntutan oleh JPU," Julianto tak bisa lari dan bebas dari tuntutan Jaksa dan demi kepentingan utama anak, majelis hakim akan objektif dalam memeriksa perkara ini, .tegas Arist.

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X