• Selasa, 6 Desember 2022

100 Mantan Napiter Ikuti Upacara Kemerdekaan RI ke-77 di Ponpes Hamalatul Quran, Tasikmalaya

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 17:44 WIB
Ratusan mantan narapidana teroris (napiter) bersama Densus 88 Anti Teror Polri, TNI, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda melaksanakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 (Jabodetabek.Id)
Ratusan mantan narapidana teroris (napiter) bersama Densus 88 Anti Teror Polri, TNI, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda melaksanakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 (Jabodetabek.Id)

Jabodetabek.Id - Ratusan mantan narapidana teroris (napiter) bersama Densus 88 Anti Teror Polri, TNI, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda melaksanakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 tahun di Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Quran, Tasikmalaya, Jawa Barat. Rabu (17/8/2022).

Tidak hanya menjadi peserta upacara saja, para napiter ini juga dipercaya untuk menjadi petugas upacara yang dilaksanakan oleh Densus 88. HUT Kemerdekaan RI merupakan momen yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, seluruh rakyatnya termasuk juga para narapidana teroris.

Bertindak sebagai inspektur upacara Kombes Pol Kurnia Wijaya yang merupakan Kasubdit Sosial Idensos Densus 88 Anti Teror Polri. Anton Hilman yang merupakan mantan narapidana teroris bertugas sebagai pemimpin upacara. Sedangkan petugas pengibar bendera dipercayakan kepada Anton, Gilang Ramaddan, dan Aji Firdaus. Mereka merupakan mantan napiter yang resmi sudah bebas dari jerat hukuman yang telah dijalaninya dan telah berikrar sepenuh hati untuk NKRI.

Disampaika Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Marthinus Hukom, pihaknya terus berupaya untuk memutus mata rantai dari radikalisasi dengan para teroris. Ia juga selalu berpesan kepada seluruh anggotanya untuk membawa para mantan napiter untuk bena-benar kembali ke masyarakat dan diterima oleh warga.

“Kita putus mata rantai ini. Ketika Mereka pulang, kita harus kembalikan ke masyarakat. Jangan kembali ke teman-teman (Teroris) mereka, jangan sampai terulang lagi kejahatan yang sama. Itu saya minta ke anggota saya semua, bawalah mereka pulang ke masyarakat. Sebelum mereka pulang, kondisikan mereka pulang dengan baik. Agar masyarakat menerima mereka,” jelas Marthinus Hukom. 

“Tokoh-tokoh disitu, kepala desa terima mereka kembali. Ubah stigma mereka sebagai pelaku teror, kita membuat mereka sebagai pemenang melawan emosi dan pikiran mereka sendiri,” lanjut Marthinus.

Ditambahkn Direktur Idensos Densus 88 Anti Teror, Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, momentum kebersamaan antara Densus 88 Anti Teror dengan para mantan napiter, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda ini untuk terus merekatkan silaturahmi dan menjaga nilai luhur Pancasila serta menjauhkan diri dari paham radikalisme yang ingin merusak kedaulata negara tercinta Indonesia.

"Itu merupakan bentuk pembinaan atau pendampingan kami dan semua stakeholder, Tentunya densus tidak bisa sendiri untuk menanggulangi terorisme di Indonesia. Dan itu merupakan bentuk kesadaran para mantan napiter yang berkeinginnan untuk menjadi petugas upacara,” kata Arif Makhfudiharto di lokasi.

“Ini merupakan bentuk internalisasi terhadap nilai pancasila. Tentunya ini semua merupakan ditanam oleh nilai luhur dari nenek moyang dari semua keyakinan dan agama. Dan ini juga merupakan resosialisasi mereka bisa tumbuh bersama masyarakat tanpa ada sekat,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Melihat Lebih Dekat Strategi Polri Amankan KTT G20

Selasa, 15 November 2022 | 07:33 WIB
X