• Sabtu, 13 Agustus 2022

Pakar Kesehatan: Meski Gejala Ringan, Varian Omicron Banyak Merusak Organ Tubuh

- Jumat, 14 Januari 2022 | 09:30 WIB
Ilustrasi virus COVID-19 varian Omicron. (Dok Net/Istimewa)
Ilustrasi virus COVID-19 varian Omicron. (Dok Net/Istimewa)

Jabodetabek.id - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan tentang risiko gelombang ketiga COVID-19 varian Omicron yang sudah mulai melonjak menjadi 506 kasus ditengarai menjadi pemicunya.

"Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron. Jangan panik. Kita sudah menyiapkan diri dengan baik. Pengalaman menunjukkan walaupun naiknya cepat, tapi gelombang Omicron ini turunnya juga cepat. Yang penting jaga prokes, disiplin melakukan surveilans dan percepat vaksinasi bagi yang belum dapat vaksinasi," ujar Menkes dalam keterangan persnya.

Baca Juga: KPIML Bakamla Bentuk Kerja Sama Pertukaran Informasi dengan BNPT

Salah satu varian menular yang paling umum, dari virus SARS-CoV2, varian omicron dari COVID-19, telah menularkan ke banyak negara dalam waktu singkat. Inggris, Amerika Serikat, dan India  adalah negara yang mengalami gelombang ketiga COVID-19.

Banyak negara dalam masa kesedihan dan berencana untuk kembali menjadi normal kemudian muncul laporan tentang varian Omicron dari Afrika Selatan. Namun varian Omicron memiliki beberapa perubahan karakteristik baru dibandingkan varian Delta yang menjadi penggerak gelombang kedua di Indonesia. Apa bedanya?

Varian Omicron dari COVID-19, dilansir The Health Site pada Kamis, (13/1/2022),  saat ini hadir di lebih dari 110 negara. Namun, sebagian besar kasus terkait yang  dilaporkan sejauh ini ringan dan mengarah pada gejala yang dapat ditangani.

Baca Juga: Wilayah Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Jumat Ini, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO baru-baru ini menemukan bahwa mutasi ini biasanya mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas, seperti tenggorokan, hidung, dan bronkus, hanya menyebabkan gejala ringan. Oleh karena itu, gejalanya terutama pilek, hidung tersumbat dan sakit tenggorokan.

"Kami melihat semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa Omicron menginfeksi bagian atas tubuh. Tidak seperti satu strain, yang dapat menyebabkan pneumonia parah," kata Manajer Insiden WHO Abdi Mahamud.

Halaman:

Editor: Manda Jabodetabek.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

12 Atasan Wanita Terkini Paling Fashionable

Rabu, 13 April 2022 | 19:35 WIB

Ini Bedanya KOC/KOL dan Influencer

Minggu, 10 April 2022 | 15:54 WIB
X