• Rabu, 19 Januari 2022

Di Sidang Umum PBB, FBI Khawatir Afghanistan Dikuasai Taliban Jadi Tempat Sarangnya ISIS-K

- Kamis, 23 September 2021 | 16:01 WIB
Ilustrasi. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.Id - Direktur FBI Christopher Wray mengatakan saat ini para pejabat penegak hukum khawatir Afghanistan menjadi tempat menetas atau bersarangnya kelompok teroris usai penarikan Amerika Serikat (AS) dari negara itu.

Wray pun mengakui kemungkinan itu saat memberikan keterangan selama pertemuan dengan Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS.

Anggota parlemen AS meminta kejelasan dari Direktur FBI dan pejabat tinggi keamanan nasional lainnya tentang potensi ancaman ke wilayah AS.

Baca juga : Belum Usai Covid-19, Saat Ini China Sedang Diserang Virus Flu Burung

"Kami tentu saja khawatir jika akan ada peluang untuk tempat yang aman agar bisa terbentuk lagi kelompok itu di sana, kita bisa lihat kejadian sebelumnya di masa lalu, dan memungkinkan organisasi teroris asing untuk beroperasi lebih bebas di wilayah tersebut," kata Wray di Sidang Umum PBB, dikutip Jabodetabek.Id dari Fox News, Kamis (23/9).

Pemerintahan Biden telah menghadapi pengawasan dua negara dalam beberapa minggu terakhir atas penanganan operasi penarikan serta pengambil alihan Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban dari pasukan keamanan Afghanistan yang didukung AS.

Baca juga : CEO Toyota : Peralihan Industri Kendaraan dari Konvensional ke Listrik, Dapat Hilangkan Banyak Pekerjaan

Kritik meningkat setelah militan ISIS-K melakukan bom bunuh diri yang menewaskan 13 tentara AS hanya beberapa hari sebelum penarikan selesai.

"Kami khawatir ISIS-K dapat memanfaatkan lingkungan keamanan yang melemah secara signifikan untuk beroperasi lebih bebas," kata Wray.

"Kami juga prihatin bahwa peristiwa di sana dapat menjadi inspirasi bagi teroris, apakah mereka anggota organisasi teroris asing atau ekstremis kekerasan lokal, untuk melakukan serangan," jelasnya.

"Yang paling penting, kami khawatir jika organisasi teroris asing akan memiliki kesempatan untuk menyusun kembali, merencanakan, berkonspirasi di ruang yang jauh lebih sulit bagi kami untuk mengumpulkan intelijen dan beroperasi melawan daripada yang terjadi sebelumnya," katanya.

Halaman:

Editor: Dina Jabodetabek

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kripto Tether Diakui Sebagai Mata Uang Resmi Myanmar

Selasa, 14 Desember 2021 | 15:39 WIB
X