• Rabu, 10 Agustus 2022

Imbas Kenaikan Harga Bahan Bakar, Presiden Kazakhstan Didemo Warganya

- Rabu, 5 Januari 2022 | 12:00 WIB
Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev didemo oleh warganya imbas kenaikan harga bahan bakar disana. (Dok Net/Istimewa)
Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev didemo oleh warganya imbas kenaikan harga bahan bakar disana. (Dok Net/Istimewa)

Jabodetabek.id - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev telah mengumumkan keadaan darurat selama dua minggu di Almaty, kota terbesar di Asia Tengah, dan di barat Mangistau, tempat protes meningkat. Kantor kepresidenan mengumumkan hal ini pada Rabu pagi (5/1/2022).

"Seruan untuk menyerang kantor pemerintah dan militer sepenuhnya ilegal," kata Tokayev dalam pidato video beberapa jam yang lalu.

"Pemerintah tidak akan jatuh, tetapi ingin saling percaya dan berdialog, bukan konflik,” tambahnya.

Baca Juga: Persib Resmi Datangkan 2 Striker Baru, Robert Rene Yakin Berdampak Positif Bagi Tim

Dilansir dari Reuters, ketika dia berbicara, polisi Almaty menggunakan gas air mata dan granat kejut ke kantor walikota untuk mengentikan ratusan demonstran yang menyerang lokasi unjuk rasa. Pemerintah disana sudah memulihkan beberapa harga bahan bakar gas minyak cair (LPG) pada Selasa malam (4/1/2022) setelah harga bahan bakar melonjak awal tahun ini dan menimbulkan protes di Almaty.

Banyak orang Kazakhstan mengonversi mobil menjadi bahan bakar gas cair. Bahan bakar gas cair jauh lebih murah daripada bensin di Kazakhstan karena batasan harganya. Namun, pemerintah berpendapat bahwa harga rendah tidak berkelanjutan dan menghapus batas harga pada 1 Januari.

Baca Juga: Akta Kelahiran Hilang? Berikut Cara Mudah Mengurusnya Via Langsung dan Online

Ribuan orang berdemonstrasi di Zhanaozen pada 2 Januari, bentrokan fatal antara pengunjuk rasa dan polisi di sebuah pusat minyak 10 tahun lalu setelah harga bahan bakar melonjak. Demonstrasi menyebar ke bagian lain Mangistau dan Kazakhstan Barat. Ini termasuk Aktau pusat dan kamp pekerja paksa yang digunakan oleh subkontraktor Tengizchevroil, produsen minyak terbesar di Kazakhstan. Perusahaan yang dijalankan oleh Chevron mengatakan produksinya tidak terpengaruh.

Di Almaty, polisi tampaknya mendominasi alun-alun utama tak lama setelah menembakkan beberapa granat bercahaya menurut video online yang disiarkan dari daerah tersebut. Namun, ledakan dapat terdengar selama berjam-jam di jalan-jalan sekitarnya dan di tempat lain di kota. Pada Selasa malam, pemerintah mengumumkan akan memulihkan batas harga 50 tenge (1.600 rupiah) per liter, atau kurang dari setengah harga pasar di Mangistau. Protes publik dilarang di Kazakhstan tanpa pemberitahuan sebelumnya dari penyelenggara protes.

Halaman:

Editor: Manda Jabodetabek.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bakamla Terima Kunjungan Dubes RI untuk Vietnam

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:39 WIB
X