• Selasa, 5 Juli 2022

Penculikan dengan Kekerasan Seksual dan Perdagangan Anak Terulang Lagi di Bandung, Begini Tanggapan Komnas PA

- Kamis, 30 Desember 2021 | 13:00 WIB
Arist Merdeka Sirait bersama Bupati dan Kapolres Toba menyerahkan Bansos Kemanusiaan terhadap 15 korban kekerasan seksual terhadap anak di Mapolres Toba. (Jabodetabek.Id)
Arist Merdeka Sirait bersama Bupati dan Kapolres Toba menyerahkan Bansos Kemanusiaan terhadap 15 korban kekerasan seksual terhadap anak di Mapolres Toba. (Jabodetabek.Id)

Jabodetabek.Id - Belum reda kasus Guru Pesantren yng melakukan kejahatan sesksual  terhadap 21 santriwatinya hingga hamil dan melahirkan di Bandung, juga kasus yang serupa di Garut, Cilacap, Tasikmalaya dan di Kota Depok, Jawa Barat, kembali kita dikejutkan dengan kasus Penculikan diikuti kejahatan seksual dan perdagangan anak di Bandung Jawa Barat.

Korban usia usia anak diperlakukan tidak manusiawi, sadis dan biadap menyita perhatian masyarakat.

Kasus ini bermula dari perkenalan korban dengan pelaku melalui media sosial O7 Desember 2021 yang lalu.

Dengan bujuk rayu, janji-janji dan tipu muslihat, lalu korban dicekoki dengan minuman beralkohol kemudian korban disetubui secara bergantian oleh 10 orang.

Tidak berhenti disitu korban yang masih duduk di bangku SMP itu dijual dan diperdagangkan sebagai Pekerja Seksual Komersial (PSK) terhadap 20 konsumen.

Peran pelaku berbeda-beda..Ada yang berperan mencari konsumen, transaksi harga, menyediakan tempat sampai berperan mendandani korban agar terlihat cantik dan bersih...

Kasus ini terkuak tat kala korban beberapa hari meninggal rumah tanpa kabar, kemudian ayah korban mencari putrinya melalui media sosolial dan membuat pengumuman kepada publik dengan menempel gambar anak hilang namun tidak berhasil.

Tidak dinyana ayah korban mendapat informasi melalui media sosial pesbuk bahwa putrinya sedang ditawarkan kepada hidung belang, kemudian ayah korban melacak keberadaan korban, lalu dengan cerdas ayah korban mencoba menawarkan dirinya sebagai konsumen.

Atas dasar komunikasi itu kemudian ayah, paman dan keluarga korban menjebak dan menangkap pelaku  disalah satu tempat yang sebelumnya telah melaporkan rencana itu kepada Polsek setempat namun karena urusan perempuan dan perlindungan anak adalah  urusan  tingkat Polrestabes Bndung, namun karena tidak ada respons yang cepat akhirnya ayah korban dan keluarga bertindak sendiri menjemput anaknya tanpa kekerasan.

Halaman:

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X