• Jumat, 1 Juli 2022

Kisah Abdullah bin Rawahah, Sahabat Nabi Yang Menolak Suap Korupsi

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:38 WIB
Ilustrasi sahabat Nabi. (Dok Net/Istimewa)
Ilustrasi sahabat Nabi. (Dok Net/Istimewa)

Jabodetabek.id - Pada dasarnya, suap atau risywah, berarti memberikan uang kepada petugas untuk kenyamanan suatu proses atau kasus. Tetapi apa yang terjadi semata-mata untuk keuntungan pribadi dan dapat merugikan orang lain.

Ada kisah menarik tentang seorang sahabat nabi bernama Abdullah bin Rawahah, yang dengan tegas menolak suap.

Dalam kitab Al-Bukhari dan Muslim (Abdul Mun’im al-Hasyimi, 2018), Nabi Muhammad SAW pernah meminta Abdullah bin Rawahah untuk datang ke wilayah Khaibar dan menaksir jumlah kurma yang dimiliki masyarakat sana. Peraturan ini digunakan untuk menentukan besarnya Jizyah (pajak atas penduduk non-Islam).

Baca Juga: Mari Amalkan! Berikut Bacaan Doa Pagi dan Sore Hari Juga Agar Terbebas dari Hutang

Khaibar dikenal sebagai daerah tempat tinggal orang Yahudi. Menurut kesepakatan, mereka harus membayar pajak (jizyah) untuk tinggal di wilayah  Islam.

Oleh karena itu, sesuai dengan perintah Nabi SAW, Abdullah bin Rawahah menghitung jumlah kurma yang masih tergantung di pohon di Khaibar. Namun, penduduk Khaibar yang sebagian besar Yahudi, tiba-tiba mengumpulkan perhiasannya dan bertemu Abdullah bin Rawahah.

Ternyata orang-orang Khaibar memberi Abdullah bin Rawahah sebuah permata dengan harapan akan mengurangi penilaiannya dan meringankan masalah Jizyah. Namun, Abdullah bin Rawahah dengan keras kepala menolak untuk disuap penduduk Khaibar.

Dia percaya suap adalah ilegal. Jadi dia tidak mau menerimanya sama sekali.

Baca Juga: FMIPA UI Beri Pelatihan Survei dan Pemetaan Digital Guna Kembangkan Potensi Geowisata Desa Cikarang

Halaman:

Editor: Manda Jabodetabek.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X