• Selasa, 5 Juli 2022

Sedang Bangun Rumah atau Tempat Usaha? Jangan Lupa Amalkan Doa Berikut Ini

- Kamis, 6 Januari 2022 | 08:00 WIB
Ilustrasi saat sedang membangun rumah. (Dok Net/Istimewa)
Ilustrasi saat sedang membangun rumah. (Dok Net/Istimewa)

Jabodetabek.id - Memiliki rumah merupakan dambaan setiap orang. Rumah merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap orang, terutama bagi yang sudah berkeluarga.

Karena pentingnya memiliki rumah, pemerintah telah memperkenalkan sistem kepemilikan rumah berbasis kredit melalui Kementerian PUPR, dengan harapan semua penduduk akan memiliki rumah yang layak.

Selain itu, mendirikan suatu bentuk usaha juga merupakan keinginan banyak orang. Memiliki tempat kerja sendiri memudahkan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Akibatnya, banyak orang memutuskan untuk menjalankan bisnisnya secara mandiri daripada menjadi karyawan sebuah perusahaan atau pegawai negeri.

Baca Juga: Imbas Kenaikan Harga Bahan Bakar, Presiden Kazakhstan Didemo Warganya

Ingatlah untuk membaca amalan dan doa berikut ini setiap kali Anda ingin membangun tempat khusus untuk rumah atau bisnis Anda. Tujuannya adalah agar Allah SWT memberi berkah terhadap apa yang Anda coba buat. Berikut adalah doanya:

اَللهم يَا مَنْ فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى بْنِ عِمْرَانَ وَنَجَّى يُوْنُسَ مِنْ بَطْنِ الْحُوْتِ وَسَيَّرَ الْفُلْكَ لِمَنْ شَاءَ أَنْتَ الْعَالِمُ بِعَدَدِ قَطْرِ الْبِحَارِ وَذَرَّاتِ الرِّمَالِ يَا خاَلِقَ أَصْنَافِ عَجَائِبِ الْمَخُلُوْقَاتِ أَسْأَلُكَ الْكِفَايَةَ يَا كَافِيَ مَنْ اِسْتَكْفَاهُ يَا مُجِيْبَ مَنْ دَعَاهُ يَا مُقِيْلَ مَنْ رَجَاهُ أَنْتَ الْكَافِيْ لَا كَافِيَ إِلَّا أَنْتَ اِكْفِنِيْ شَرَّمَا أَخاَفُ وَأَحْذَرُ وَامْلَأْ مَنْزِلِيْ هَذَا خَيْراً وَبَرَكَةً وَصَلِّ عَلَى نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.

Allâhumma yâ man falaqal bahra li Mûsâ bin ‘Imrân, wa najjâ Yûnusa min bathnil hût, wa sayyaral fulka li man syâ’a, antal ‘âlimu bi ‘adadi qathril bihâri, wa dzarrâtir rimal. Yâ Khâliqa ashnâfi ‘ajâ’ibil makhlûqât. As’alukal kifâyah, yâ kâfiya man istakfâh, yâ Mujîba man da‘âh, yâ muqîla man rajâh. Antal kâfi, lâ kâfiya illa anta. Ikfinî syarra ma akhâfu wa ahdzar. Wamla’ manzilî hâdzâ khairan wa barakah. Washalli ‘ala nabiyyika wa rasûlika sayyidina Muhammadin wa âlihi wa shahbih wa sallim. 

Baca Juga: Bakal Bertemu Persija, Asisten Pelatih PSIS Semarang Pede Dengan Kemampuan Tim

Artinya: “Ya Allah yang membelah lautan untuk Musa bin ‘Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yang menjalankan perahu kepada siapapun yang dikehendaki. Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan-satuan kerikil. Wahai zat yang menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk-makhluk. Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yang mencukupi hamba yang memintakan kecukupan kepada-Nya. Wahai zat yang mengabulkan hamba yang berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi. Tiada yang mencukupi selain-Mu. Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yang kukhawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan. Shalawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya.” 

Halaman:

Editor: Manda Jabodetabek.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X