• Selasa, 5 Juli 2022

Waspada! Sebagian Ponpes di Indonesia Dikepung Predator dan Monster Anak

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 16:01 WIB
Kasus pelecehan seksual.  (Dok Net/ Istimewa)
Kasus pelecehan seksual. (Dok Net/ Istimewa)

Jabodetabek.id - Meningkatnya serangan persetubuan terhadap santriwati di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) dan tempat-tempat ponrok pengajian dan beragam lembaga dan satuan pendidikan berasrama di Indonesia, membuktikan bahwa lembaga dan satuan pendidikan berlandaskan ke agamaan tidak lagi steril dari kekerasan seksual, dan tidak berlebihan pula bahwa sebagian dari Ponpes dan tempat-tempat pengajian tersebut telah dikepung oleh para predator dan monster anak.

Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media setelah menelusuri peristiwa dan kasus-kasus kejahatan seksual yang terjadi di lingkungan ponpes dan pondok-pondok pengajian yang berlandaskan agama dan non -agama anak di beberapa daerah kepada sejumlah media di Kantornya di Jakarta Sabtu (08/01/2022). 

Lebih lanjut Arist menjelaskan bahwa situasi ini didukung oleh fakta dan kejadian yang terkonfirmasi. 

Sepanjang akhir Desember 2021, Komnas perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang bergerak di bidang advokasi dan pembelaan serta perlindungan Anak Indonesia mencatat 12 kasus dan peristiwa kejahatan seksual terhadap anak yang dilakukan sebagian oknum pengelola maupun guru pesantren dan guru ngaji dari pondok pesantren dan tempat-tempat pengajian dan satuan kembaga pendidikan berasrama.

Belum reda dari ingatan kita, sebuah kasus di Bandung di awal Desember 2021, seorang oknum guru pesantren FG (42) melakukan serangan persetubuan terhadap 21 santriwati selama 2 tahun Mengakibatkan 21 korban melahirkan bayi bahkan ada yang sampai melahirkan dua kali.

Peristiwa ini membuat masyarakat resah dan ada yang meminta pelaku agar dihukum seumur hidup dan kebiri bahkan secara emosial ada juga yng meminta pelaku dihukum mati. 

Itulah berbagai ragam kemarahan dan murka masyarakat terhadap kasus ini. Banyak masyarakat tidak menduga peristiwa ini terjadi.

Belum lagi usai perkara Rudapaksa ini ditangangi Pengadilan Negeri di Bandung, secara beruntun kasus yang serupa dengan berbeda jumlah korban juga terjadi di Garut. Seorang pengurus sekaligus pengajar atau guru mengaji disalah satu PONPES HA (52) melakukan Rudapaksa terhadap 11 santriwatinya. 

Perbuatan itu dilakukan dilingkungan pondok bahkan dilakukan tempat sembayang yang sakral dan tempat mengajar pengajian.

Halaman:

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X