• Selasa, 5 Juli 2022

Lindungi Kesehatan Anak, Balita, Janin dan Ibu dari Bahaya Bisphenol A

- Jumat, 22 April 2022 | 07:43 WIB
Arzetty Bilbina Anggota F-PKB, Nia Umar (Ketua   AIM) Arist MERDEKA Sirait  dan Dr. Hartati (PB IDI) sebagai nara sumber dalam Seminar dan Diskusi Ilmiah menyelamatkan Kesehatan Anak, bayi, janin dan ibu dari bahaya BPA. (Jabodetabek.Id)
Arzetty Bilbina Anggota F-PKB, Nia Umar (Ketua AIM) Arist MERDEKA Sirait dan Dr. Hartati (PB IDI) sebagai nara sumber dalam Seminar dan Diskusi Ilmiah menyelamatkan Kesehatan Anak, bayi, janin dan ibu dari bahaya BPA. (Jabodetabek.Id)

Jabodetabek.Id - Perlu disampaikan bahwa Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sebagai institusi perlindungan Anak independen di Indonesia sesuai dengan tugas dan fungsinya tetap konsisten dalam membela hak - hak anak di Indonesia, terutama hak hidup anak untuk bisa bertumbuh dan berkembang secara sehat.

Dalam mewujudkannya tentu tak mudah. Komnas Anak dihadapkan dengan berbagai kepentingan lain yang justru tidak sejalan dengan tujuan melindungi hak anak di Indonesia, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam sambutannya yang disampaikan dalam acara Peringatan Hari Kartini 2022 Seminar dan Diskusi Ilmiah menyelamatkan kesehatan  Anak, Bayi, janin dan ibu dari bahaya Bisphenol A (BPA) di Sekretariat Komnas Anak Kamis 21 April 2022

“Salah satu contohnya perjuangan Komnas Perlindungan Anak untuk berjuang agar kemasan plastik terbebas dari BPA,” tutur Arist

Lebih lanjut Arist menjelaskan, sudah tidak perlu berdebat lagi. Karena Berdasarkan penelitian baik universitas dalam negeri maupun luar negeri, juga jurnal - jurnal penelitian internasional menyimpulkan bahwa Bisphenol A atau BPA dapat mengakibatkan berbagai jenis penyakit. Di antaranya kanker, impotensi, syaraf, kelahiran bayi prematur dan autisme. Serta jenis penyakit lain yang tak kalah bahayanya.

Keinginan agar kemasan plastik bebas BPA tentu menjadi kewenangan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebagai pemegang regulator. Di sini Komnas Perlindungan Anak sangat mengapresiasi BPOM yang telah bersedia mendengarkan masukan masyarakat luas termasuk Komnas Perlindungan Anak dan bahkan  telah bersedia pula melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa BPA berbahaya bagi bayi, balita dan janin pada ibu hamil.

Dan hasil penelitian dari BPOM itu membuktikan bahwa BPA bukan saja berbahaya bagi anak anak, bayi balita dan janin tetapi juga bagi semua tingkatan usia.

Karena sikap responsif BPOM yang sangat positif, setelah melakukan penelitian kemudian segera mengubah Perka No 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan, Komnas Perlindungan Anak sangat mengapresiasi.

Karena itu, sebagai wujud dukungan terhadap BPOM, Komnas Perlindungan Anak sengaja mendatangi kantor BPOM dan disambut ramah oleh Ibu dra Rita Endang, Spt M. Kes Deputi 3 Bidang Pengawasan Pangan olahan.

Dalam pertemuan itu, Komnas PA menyatakan dukungan kepada BPOM yang telah merampungkan Rancangan Perubahan Perka No : 31  Tahun 2018. Menurut BPOM  Rancangan Perubahan Perka Nomor : 31 Tahun 2018 tersebut sudah di tangan Sekretaris Kabinet tinggal menunggu tanda tangan Presiden.

Halaman:

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X