• Rabu, 10 Agustus 2022

Ngeri, Ibu Jual Anak untuk Eksploitasi Seksual Komersial Terulang Lagi di Sidoarjo

- Senin, 6 Juni 2022 | 08:13 WIB
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Jabodetabek.Id)
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Jabodetabek.Id)

Jabodetabek.Id - Seorang ibu  Berinisial E (35) di Sidoardjo  Jawa Timur tegah menjual putri kandung inisial Bunga (14) kepada sejumlah hidung belang dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Tidak hanya itu, E juga memaksa  putrinya  untuk suntik KB  secara rutin agar tidak hamil usai berhubungan badan dengan pria hidung belang, demikian disampaikan  Arist Merdeka Sirait Ketia Umum Komnas Perlindungan Anak dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (05/06/2022).

Tim Ligitasi dan Rehabilitasi Sosial Anak Komnas Perlindungan Anak menemukan fakta bahwa dalam prakteknya, E menawarkan putrinya kepada sejumlah hiding belang melalui aplikasi whatsapp. Tarif yang ditawarkan Rp500.0000 sampai Rp. 700.000 untuk sekali kencan.

Dalam sepekan anak dieksplotasi seksual selama 4-5  menerima order. Uang dari eksploitasi seksual komersial digunakan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari  dan biaya sewa rumah dan biaya sekolah.

Saat ini E ditahan di Mapolresta Sidoardjo, JawaTimur untuk diperiksa secara intensif.

Arist Merdeka dan Tim Litigasi dan Advokasi kasus SPI, Komnas Perlindungan Anak yang sedang mengawal Sidang kasus Kekerasan Seksual  yang dilakukan pemilik dan pengelolah Sekolah Selamat Pagi Indonesia di PN Malang, meminta Polresta Sidoardjo menjerat dengan UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016 mengenai  perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindunhan Anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara bahkan hukuman seumur hidup. Junto UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak.

 

Untuk  memutus mata rantai eksplotasi Seksual komersial dan perbudakan seksual  terhadap anak ini,  Komnas Perlindungan Anak mendesak Bupati Sidoardjo  untuk menggunakan kasus ini sebagai momentum mengajak masyarakat Jawa Timur  membangun gerakan perlindungan Anak berbasis keluarga dan komunitas, dan mengajak masyarakat menjadikan  Eksplotasi Seksual Komersial terhadap anak merupakan kejahatan  kemanusiaan dan isu Bersama, ajak Arist dalam keterangan pressnya.

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X