• Rabu, 10 Agustus 2022

Penolakan Penangguhan Penahanan dr Mery Anatasia Agar Bisa Menyusui Balitanya, Langgar Hak Anak

- Senin, 27 Juni 2022 | 07:55 WIB
dr. Mery Anatasia bersama bayinya.. (Jabodetabek.Id)
dr. Mery Anatasia bersama bayinya.. (Jabodetabek.Id)

Jabodetabek.Id - Penangguhan penahanan dr Mery Anatasia terdakwa kasus bakar bengkel yang diajukan Komnas Perlindungan Anak, ditolak Pengadilan Negeri Kota Tangerang Senin (20/06/22) merupakan pelangaran, pengabaian serta mencederai hak dasar anak.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, majelis hakim yang memeriksa perkara dr. Mery Anatasia yang diketuai Majelis Hakim Yuliati tidak punya perspektif pada perlindungan anak.  

"Ketua Majelis Hakim itu yang saya tau itu kan perempuan yang seharusnya mempunyai rasa kepeduliaan terhadap perempuan dan anak serta tak pantas pula mengatakan bahwa hanya untuk menyusui, dr. Mery kan bisa menyusui   di dalam lapas,” jelasnya.

Arist Merdeka mengatakan bahwa alasan penolakan permohonan  penangguhan penahanan yang dimohonkan Komnas Perlindungan Anak dibacakan Ketua Majelis hakim Yuliati saat sidang di PN Tangerang Senin 20 Juni 2022 itu telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan martabat anak.

Menanggapi penolakan itu, Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Peindungan Anak mengaku sangat kecewa atas penolakan itu. Seharusnya penolakan itu tidak perlu terjadi  jika majelis hakim peduli dengan hak anak.

Untuk kepastian hukum atas hak dasar anak mendapat ASI, dan penolakan yang dilakukan majelis hakim,  Komnas Perlindungan Anak segera bertulis surat kepada MA dan Komisi Yudisial..

"Ketua Majeis hakim itu tak sensitif terhadap hak anak dengan  mengatakan kalau hanya alasannya terdakwa masih meyusui,  kan bisa dilakulan didalam Lapas,” tutur Arist.

Padahal sebagai hakim beliau sangat tahu bahwa balita tak diperbolehkan dibawa dan masuk ke dalam Lapas, tegas Arist.

Lebih lanjut Arist Merdeka mengatakan untuk diketahui majelis hakim, bahwa  hak memperoleh ASI dan kasih sayang dari orangtuanya merupakan hak dasar dan hak fudamental anak yang tak boleh diabaikan, tutup Arist.

Halaman:

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Terkini

X