• Rabu, 10 Agustus 2022

Ungkap 11 Kasus, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Amankan Kerugian Negara 48 Miliar

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:11 WIB
Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Pol Rustam Mansur, dalam kegiatan pers rilis pengungkapan 11 kasus menonjol pada Triwulan II tahun 2022, di Aula Lantai 3 Gedung Widodo Budidarmo Ditpolair, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jabodetabek.Id)
Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Pol Rustam Mansur, dalam kegiatan pers rilis pengungkapan 11 kasus menonjol pada Triwulan II tahun 2022, di Aula Lantai 3 Gedung Widodo Budidarmo Ditpolair, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jabodetabek.Id)

Jabodetabek.Id - Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), mengungkap 11 kasus menonjol pada Triwulan Kedua Tahun 2022, di wilayah perairan Indonesia.

Sebanyak Rp48.006.800.0000 potensi kerugian negara dapat diamankan, termasuk potensi kerusakan seluas 6.402.350 meter persegi akibat bom ikan.

"Dari sebelas pengungkapan kasus, kerugian negara yang dapat kita amankan sebanyak Rp48.006.800.000, dan potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan dari bom ikan adalah seluas 6.402.350 meter persegi," ujar Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Pol Rustam Mansur, dalam kegiatan pers rilis pengungkapan 11 kasus menonjol pada Triwulan II tahun 2022, di Aula Lantai 3 Gedung Widodo Budidarmo Ditpolair, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022).

Kegiatan pers rilis pengungkapan 11 kasus menonjol pada Triwulan II tahun 2022, itu juga dihadiri oleh Kasubdit Patroliair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Pol Dadan, Kasi Sidik Subdit Gakkum DitpolairKorpolairud Baharkam Polri, dan pejabat lainnya.

Rustam mengatakan, dengan menggunakan 52 unit kapal, Ditpolair menggelar kegiatan Patroli Sambang Nusa, Hotspot Area Labuh Jangkar dan penegakan hukum, di seluruh wilayah Indonesia.

Hasilnya, sebanyak 11 kasus menonjol berhasil diungkap. Diantaranya, Kapal Parkit-3004 menggagalkan penyelundupan benih bening lobster sebanyak 17.000 ekor jenis pasir dan 244 ekor jenis mutiara. Belasan ribu benih lobster itu ditampung di rumah seseorang berinial DS, di Kampung Nelayan RT 005 RW 002, Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, tanggal 30 Mei 2022 lalu.

Kasus kedua, Kapal Anis Madu-3009 berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika yang diselundupkan satu unit speed boat dari arah perairan Malaysia menuju Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Barang bukti yang disita sebanyak 1.003 gram narkotika jenis sabu-sabu.

Rustam melanjutkan, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri juga berhasil menungkap dua kasus destructive fishing dengan menggunakan bahan peledak (handak) atau bom ikan yang terjadi, di daerah Konawe, Sulawesi Tenggara. Pengungkapan kasus ini dilakukan tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan personel Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara, tanggal 7 dan 13 Juni 2022 lalu.

"Barang bukti yang disita berupa 10 botol bir berisi handak, satu ember pupuk cantik yang sudah diolah, satu ember pupuk cantik belum diolah, satu karung pupuk cantik, satu kardus korek api batang merk polar, dan tujuh pemicu peledak yang sudah aktif," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X