• Selasa, 6 Desember 2022

Gus Yahya: PBNU Akan Berada di Belakang Polri

- Minggu, 11 September 2022 | 09:05 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Jabodetabek.Id)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Jabodetabek.Id)

Jabodetabek.Id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan tetap akan berada di belakang Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Semua  lembaga pasti ada masalahnya. Namun meninggalkan Polri hanya akan memperburuk situasi di negeri ini.

Polri juga berat masalahnya. Tapi kita tidak mungkin meninggalkan Polri. Kita harus terus mensuport dan berada di belakang Polri,” kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di sela memberikan sambutan

Kaderrisasi Wilayah NU Sumatera Utara ke XVIII di Medan, Jumat (9/9/2022).

Negara manapun, termasuk Indonesia, membutuhkan polisi yang solid kuat dan disuport penuh segenap elemen bangsa.

“Kalau Polri kita tinggal maka negara ini akan hancur. Semua memang ada masalahnya. Tapi kita tetap harus berada di belakang Polri termasuk berada di belakang negara ini,” ujarnya.

Sebagai organisasi yang turut dalam mendirikan negeri, NU juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan NKRI.

“Karena NU ini berada di belakang berdirinya negara ini. NU memiliki tanggung jawab untuk bersama menjaga bangsa dan negara ini,” kata dia.

Agustus lalu, lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei persepsi publik terhadap Polri, pasca mencuatnya kasus pembunuhan Brigadir Yosua oleh mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Hasilnya? Ada penurunan kepecayaan masyarakat kepada Polri pasca peristiwa pembunuhan Yosua.

Halaman:

Editor: Jabodetabek.Id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Awasi dan Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:36 WIB

Berkas Judi Online Apin BK Dinyatakan Lengkap

Kamis, 1 Desember 2022 | 07:11 WIB
X