• Selasa, 4 Oktober 2022

Mengenal Mbah Samad Veteran 4 Zaman Dari Kabupaten Brebes

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 18:59 WIB
Mbah Samad Veteran Asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jabodetabek.id)
Mbah Samad Veteran Asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jabodetabek.id)


Jabodetabek.Id - Namanya Adalah Samad, seorang pejuang asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sejak usia 20 tahun ia sudah aktif berjuang melawan penjajahan Belanda di wilayah Tegal hingga Bumiayu. Tepatnya saat terjadi agresi militer pertama pada tahun 1946 ia dipercaya menjadi komandan regu batalyon Sarjono, Jawa Tengah.

Sekitar tahun 2021 lalu, Samad yang ketika itu berusia 109 tahun sempat berbincang-bincang dengan Jabodetabek,id mengenai perjuangannya melawan pasukan Belanda yang hendak memasuki wilayah Bumiayu. Beranggotakan 12 orang dengan dibantu masyarakat setempat, lelaki yang akrab disapa Mbah Samad itu berhasil menghadang dan memukul pasukan penjajah yang masuk melalui jalur darat.

"Anggota saya 12 orang, kami jasa di wilayah Tegal, Prupuk, Margasari, Bumiayu dan Purwokerto. Untuk wilayah jogjakarta dan lainnya sudah ada pasukan lain yang bertugas," ujar Mbah Samad dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Jawa.

Ia bercerita, pada saat itu situasinya benar-benar genting dan sulit bagi rakyat Indonesia. Pasukan Belanda yang sudah diketahui akan menuju wilayah Bumiayu dari jalur darat membuat kompak warga dan tentara untuk melawan sampai tetes darah penghabisan. Adanya dorongan tersebut menurut Samad, membuat dirinya dan anggota semangat kendati hanya dibekali senjata seadanya.

"Perang ya perang situasinya, Belanda datang dari arah Prupuk sebayak 3 Truck, kemudian perang pecah di Bumiayu kami tahan. Belanda datang tiarap, kemudian serang dari atas pakai senapan bren, Belanda keluarkan bom, tiarap lagi, anggota saya meninggal dua dan warga banyak yang mati," ucapnya.

Baginya saat itu bukanlah hal yang sulit untuk menghadang Belanda, karena Bataliyon Sarjono sudah sangat memahami lokasi, namun sayangnya pasukan darat Belanda didukung oleh pasukan udara dengan menggunakan pesawat. Menurutnya hal itu membuat perjuangan menjadi tersendat meskipun pasukannya dan warga Bumiayu berhasil memukul mundur pasukan dari Bumiayu.

"Belanda juga banyak yang mati, hampir 30 orangan, banyak dapat senjata mereka dilucuti, Belanda mundur," terangnya.

Mbah Samad bersama sang cucu, Wiwik (Jabodetabek.id)

Pada usia 109 tahun, Samad mengaku sangat bersyukur karena masih diberikan ingatan yang kuat atau tidak pikun serta berbicara dengan jelas kepada orang lain, anak dan cucu yang merawatnya di kediamannya yang terletak di Kelurahan Tonjong. Tidak sampai disitu, sambung Mbah Samad yang namanya terdaftar di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) meyampaikan. Dirinya juga terlibat pengamanan saat datangnya tentara Jepang dan pengamanan wilayah saat terjadinya pemberontakan Darul Islah Tentara Islam (DI/TII).

"Juga saat terjadinya G30S PKI Mbah juga dipercaya menjaga keamanan di Bumiayu," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Kemal Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri PTDH Mantan Kapolres Bandara Soetta

Rabu, 31 Agustus 2022 | 17:29 WIB
X